"Your Flying Data Capture Partner"

Latest Posts

Friday, June 26, 2015

PERBANDINGAN HASIL HITUNGAN VOLUME MENGGUNAKAN METODE TOPOGRAFI (TOTAL STATION) DAN METODE FOTO UDARA UAV

Pada tahap eksplorasi, salah satu tugas survei tambang adalah melakukan pengukuran dan perhitungan volume suatu galian atau timbunan mineral yang berada dikawasan  tambang. Implementasi UAV dalam bidang ini menjadi salah satu pertimbangan karena dinilai lebih ekonomis, cepat, dan aman dibandingkan menggunakan Total Station karena pemotretan dilakukan melalui udara. Ketelitian dan efektivitas pengambilan data untuk menghitung volume berpengaruh pada ketelitian hasil dan kecepatan dalam pengambilan keputusan.

1. Metode Akuisisi Data
 a.      Metode Topografi dengan Total Station
Pengambilan detil perlu melihat bentukan obyek topografi dan slope yang terbentuk dari tumpukan batubara. Bentuk pengambilan data memiliki bentuk seperti grid yang diambil setiap ±  5m untuk menjaga kerapatan dan kualitas data. 

pengambilan data dengan metode grid yang diambil setiap ± 5m

b.      Metode fotogrametri udara dengan UAV
Pengumpulan data menggunakan metode fotogrametri udara dilakukan pada ketinggian ± 70 m. Wahana yang digunakan adalah Quad Copter dan kamera Canon S100. Resolusi foto yang diperoleh adalah ±3cm per piksel. Foto udara dilengkapi dengan pengukuran Ground Control Point (GCP) menggunakan GPS Geodetik. 

 2.        Pengolahan Data
Secara umum perhitungan volume dilakukan dengan cara menghitung dua surface dari DTM (digital terain model) yang terbentuk dari hasil pengukuran (xyz).
       Surface 1 : DTM existing
       Surface 2 : DTM bedding





3.        Hasil Pengolahan Data
a.      Area hitungan volume batubara menggunakan metode topografi
         Area hitungan volume batubara PLTU Paiton dibagi menjadi 3 area sebagai berikut:






b.   Area hitungan volume batubara menggunakan metode UAV
   Pengolahan foto menghasilkan orthofoto dan DSM berupa point cloud seperti yang ditunjukkan      pada gambar berikut:



Point cloud hasil pengolahan foto dimasukkan ke dalam software perhitungan volume sehingga menghasilkan DTM existing dan DTM bedding sebagai berikut:


Perhitungan volume dilakukan terhadap setiap area, yaitu Area 2, Area 3, dan Area 4 dengan menggunakan boundary masing-masing area.

Hasil perhitungan volume dengan metode fotogrametri udara ditunjukkan dengan tabel berikut ini:


4.      Kesimpulan











Monday, June 8, 2015

AREA MILIK PT ARUTMIN - SUNGAI DANAU, SATUI, KALIMANTAN SELATAN

PT Jelajah Survey Konsultan berkerja sama dengan PT Puri Green mengerjakan pekerjaan pemetaan UAV di Sungai Danau, Satui, Kalimantan Selatan. Pemrosesan foto udara menghasilkan orthofoto dengan area pertambangan PT Arutmin seluas ±1000 hektar. Pengolahan foto menggunakan GCP sebanyak 13 titik yang tersebar di seluruh AOI. Hasil pengolahan berupa sebaran titik GCP,  peta orthofoto dapat dilihat pada Gambar  sebagai berikut :

  Ketelitian (RMS Error GCP) hasil pengolahan foto dari Agisoft dapat dilihat pada Tabel berikut:



Tabel diatas menunjukkan bahwa total kesalahan rata-rata (RMS error) untuk GCP adalah sebesar 0.013 meter atau 0.614 piksel.

Wednesday, May 20, 2015

PEMETAAN TOPOGRAFI METODE FOTOGRAMETRI DENGAN WAHANA UAV PT. SUMBER DAYA WAHANA

Hasil pemrosesan foto udara menghasilkan orthofoto dengan area perkebunan cacao seluas ±3500 hektar, sesuai dengan rencana kerja. Pengolahan foto menggunakan GCP sebanyak 30 titik yang tersebar di seluruh AOI. Hasil pengolahan berupa serta sebaran titik GCP,  peta orthofoto, peta DSM dan Peta Kontur dapat dilihat pada Gambar  sebagai berikut:

Image Orthophoto dan Sebaran titik GCP

Peta DTM/ Kontur Tanah


 Ketelitian (RMS Error GCP) hasil pengolahan foto dari Agisoft dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel diatas menunjukkan bahwa total kesalahan rata-rata (RMS error) untuk GCP adalah sebesar 0.025 meter atau 0.307 piksel. 

Pengecekan nilai ground check dilakukan dengan membandingkan jarak pada citra orthophoto dan titik metode GPS RTK (real time kinematik). 

Popular Posts